Wednesday, March 02, 2011
Museum Prasasti
Seperti pd umumnya museum2 di jakarta, harga tiket masuknya sangat murah yaitu Rp 2.000 untuk dewasa, Rp 1.000 untuk mahasiswa dan Rp 600 untuk anak2/pelajar.
Waktu operasi adalah 9.00 s/d jam 15.00 hari Selasa s/d Minggu, sedangkan hari Senin dan hari libur museum ini tutup.
nah, untuk yang mau memastikan jadwal maupun harga tiket masuk, bisa menghubungi nomor telpon : (021) 3854060.
Museum ini merupakan bekas pemakaman kuno yg berdiri sejak th 1795 yg diperuntukkan untuk para bangsawan & pejabat tinggi Belanda pd masa VOC berkuasa.
Koleksi yg terdapat di museum ini berupa patung2 & nisan makam abad ke-16 sampai abad ke-20 yang kaya akan gaya arsitektur dr gaya klasik sampai hindu-jawa. Bangunan utamanya di bangun pd th 1844.
Selamat berkunjung....
jakarta, 3 maret 2011
-dkp-
Tuesday, February 08, 2011
Penantianku
Penantian ku bertekuk pada lipatan sunyi yang mencekik…
ku hisap gerah yang menelantarkan galau..
Masih belum pastikah tanda cinta kau alaMatkan unTukku??
jakarta
-dkp-
Tuesday, November 30, 2010
Artikel yg berani ato konyol
Nabi Idris AS adalah Sidharta Budha Gautama
“Dan (KAMI telah mengutus) para Utusan, yang sebelumnya telah KAMI kisahkan kepada engkau, dan para Utusan yang tak KAMI kisahkan kepada engkau”. (Q.S. 4:164).
Zaman kehidupan Sidharta Budha Gautama Budha berada pada kisaran abad ke-5 SM. Insan pada zaman itu hidup dalam kebodohan dan kejahilan luar biasa. Jadi sangat kecil kemungkinan bahwa ajaran dari Sang Budha adalah seratus persen buatan insan. Kemungkinan yang lebih besar dan mendekati Kebenaran adalah bahwa ajaran dari Sang Budha datang sebagai wahyu dari ALLAAH kepada Budha untuk diwartakan kepada kaumNya.Diutusnya Sang Budha bukannya tanpa suatu alasan yang jelas.Semata hanyalah untuk memberikan atau menegakkan Hujjah Kebenaran kepada insan.
“Para Utusan (Nabi & Rasul), mereka mengemban kabar baik dan memberi peringatan, agar insan tak mempunyai alasan untuk menentang ALLAAH setelah (datangnya) para Utusan. ” (Q.S. 4:165).
Idris atau Nabi Idris a.s. (Arab: إدريس ) adalah salah seorang rasul . Berdasarkan pendapat sebagian besar orang Idris dikenal dengan nama Henokh,namun hal ini tidak memiliki argumentasi yang cukup menjadikan pendapat ini menjadi benar begitu saja.Terdapat empat ayat yang berhubungan dengan Idris dalam Al-Qur'an, dimana ayat-ayat tersebut saling terhubung didalam Surah Maryam (Maryam) dan Surah Al-Anbiya' (Nabi-nabi).“ Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka, kisah) Idris (yang tersebut) di dalam Al-Quran. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan dan seorang nabi. Dan KAMI telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi. (Qur'an 19:56-57) ”
“ Dan (ingatlah kisah) Ismail, Idris dan Dzulkifli. Semua mereka termasuk orang-orang yang sabar. KAMI telah memasukkan mereka kedalam rahmat KAMI. Sesungguhnya mereka termasuk orang-orang yang saleh." (Qur'an 21:85-86)
Dalam sebuah hadits, Idris disebutkan sebagai salah seorang dari nabi-nabi pertama yang berbicara dengan Muhammad dalam salah satu surga selama Mi'raj.
Diriwayatkan dari Abbas bin Malik: ... Gerbang telah terbuka, dan ketika aku pergi ke surga keempat, disana aku melihat Idris. Jibril berkata (kepadaku). 'Ini adalah Idris; berilah dia salammu.' Maka aku mengucapkan salam kepadanya dan ia mengucapkan salam kepadaku dan berkata. 'Selamat datang, O saudaraku yang alim dan nabi yang saleh.; ... Sahih Bukhari 5:58:227
Seorang bhikkhu harus memakai jubah yang dibuat sesuai dengan ketentuan, ini adalah peraturan kebhikkhuan yang harus ditaati oleh semua bhikkhu.Hal ini menjadi dasar bahwa Sidharta telah merancang sendiri busana kebhikuan yang akan digunakanNya nanti di pertapaanNya. Kisah Anuruddha Thera DHAMMAPADA VII, 4 menjelaskan bahwa menjahit memang merupakan salah satu keahlian para bhiku. Anuruddha Thera mencari beberapa kain bekas di dalam timbunan sampah untuk dibuat jubah, sebab jubah lamanya telah kotor dan koyak. Jalini, istrinya pada kehidupan yang lampau, dan sekarang berada di alam dewa melihatnya. Mengetahui bahwa sang thera seang mencari beberapa kain bekas, ia mengambil tiga lembar kain dari alam dewa dan menaruhnya ke dalam timbunan sampah, serta membuatnya terlihat. Anuruddha Thera menemukan kain tersebut dan membawanya ke vihara. Ketika beliau sedang membuat jubah, Sang Buddha datang beserta murid-murid utama dan beberapa murid senior Beliau. Mereka menolong menjahit jubah.
Dalam Mustadrak al Hakim Idris dipercayai sebagai seorang penjahit berdasarkan hadits sebagai berikut:
Ibnu Abbas berkata, "Daud adalah seorang pembuat perisai, Adam seorang petani, Nuh seorang tukang kayu, Idris seorang penjahit dan Musa adalah penggembala." (dari al-Hakim)
Menurut buku berjudul The Prophet of God Enoch: NabiyuLLAAH Idris, Idris adalah sebutan atau nama Arab bagi Enoch, nenek moyang Nabi Nuh. Beliau dinyatakan di dalam Al-Quran sebagai manusia pilihan Allah sehingga Dia mengangkatnya ke langit. Ibnu Abi Hatim dalam tafsirnya meriwayatkan bahwa Nabi Idris wafat saat beliau sedang berada di langit keempat ditemani oleh seorang malaikat. Beliau hidup sampai usia 82 tahun. Sedangkan Buddha Gautama berkelana menyebarkan Dharma selama empat puluh lima tahun lamanya kepada umat insan dengan penuh cinta kasih dan kasih sayang, hingga akhirnya mencapai usia sekitar 80 tahun, saat ia menyadari bahwa tiga bulan lagi ia akan mencapai Parinibbana.Sang Buddha dalam keadaan sakit terbaring di antara dua pohon sala di Kusinagara, memberikan khotbah Dharma terakhir kepada siswa-siswa-Nya, lalu Parinibbana
Dalam berbagai cerita Nabi Idris dianugerahi kepandaian dalam berbagai disiplin ilmu, kemahiran, serta kemampuan untuk menciptakan alat-alat untuk mempermudah pekerjaan manusia, seperti pengenalan tulisan, matematika, astronomi, dan lain sebagainya. Menurut suatu kisah, terdapat suatu masa di mana kebanyakan manusia akan melupakan Allah sehingga Allah menghukum manusia dengan bentuk kemarau yang berkepanjangan. Nabi Idris pun turun tangan dan memohon kepada Allah untuk mengakhiri hukuman tersebut. Allah mengabulkan permohonan itu dan berakhirlah musim kemarau tersebut dengan ditandai turunnya hujan.Bila Sidharta Budha Gautama adalah Nabi Idris maka sangat tepatlah bila seorang Pangeran memiliki beberapa ketrampilan sekaligus.
Cerita tentang kelahiranNya sekilas sebagai berikut,saat Ratu Maha Maya berdiri memegang dahan pohon sal. Pada saat ia lahir, dua arus kecil jatuh dari langit, yang satu dingin sedangkan yang lainnya hangat. Arus tersebut membasuh tubuh Siddhartha. Siddhartha lahir dalam keadaan bersih tanpa noda, berdiri tegak dan langsung dapat melangkah ke arah utara, dan tempat yang dipijakinya ditumbuhi bunga teratai.
Sejak kecil sudah terlihat bahwa Sang Pangeran adalah seorang anak yang cerdas dan sangat pandai, selalu dilayani oleh pelayan-pelayan dan dayang-dayang yang masih muda dan cantik rupawan di istana yang megah dan indah. Pada saat berusia 7 tahun, Pangeran Siddharta mempunyai 3 kolam bunga teratai, yaitu:
- Kolam Bunga Teratai Berwarna Biru (Uppala)
- Kolam Bunga Teratai Berwarna Merah (Paduma)
- Kolam Bunga Teratai Berwarna Putih (Pundarika)
Kata as sidr = sidrah=sidhar=idris merujuk kepada arti atau makna bunga teratai.Ini m,erupakan hal yang aptut dipertimbangkan lebih lanjut.Ditambah lagi dengan Sang Budha yang menemui kesempurnaan menuju parinirwana.Sama persis dengan apa yang dialami oleh nabi Idris SAW yakni mencapai jannanya ALLAAH tanpa melalui kematian terlebih dahulu.
Selama 10 tahun lamanya Pangeran Siddharta hidup dalam kesenangan duniawi. Pergolakan batin Pangeran Siddharta berjalan terus sampai berusia 29 tahun, tepat pada saat putra tunggalnya Rahula lahir. Pada suatu malam, Pangeran Siddharta memutuskan untuk meninggalkan istananya dan dengan ditemani oleh kusirnya, Canna. Tekadnya telah bulat untuk melakukan Pelepasan Agung dengan menjalani hidup sebagai pertapa,jadi pas padea umur 40 tahun Beliau diangkat menjadi Nabi sebagaimana Nabi Nabi sebagian besar diangkat ALLAAH pada usia tersebut.
Terdapat beberapa alasan mengapa Sang Budha pantas ‘dicurigai’ sebagai NabiyuLLAAH Idris SAW.
1. Sangat sedikit sekali kisah-kisah Budha yang sanad-nya dapat dipertanggungjawabkan. Semua sanad tentang Budha tak ada yang sampai langsung kepada Budha. Jadi pendakwaan bahwa mengaku sebagai dewa atau yang wajib disembah sangat diragukan. Beberapa ahli seperti Vedhayarti, E.W. Wallis Budge, dan Joseph Edkins, pernah membahas masalah ini secara khusus dalam buku-buku mereka.
2. Budha berdakwah di tengah suatu kaum yang jahil, seperti halnya Muhammad SAW berdakwah di tengah kaum Quraisy. Masyarakat Asia Selatan di masa Budha hidup adalah penyembah banyak ilah (dewa) yang salah dalam memaknai varna lalu kemudian mereka membagi masyarakat ke dalam kelas-kelas berdasarkan keturunan (kasta) sesuatu yang menyelisihi faham varna yang sebenmarnya. Ajaran Budha meluruskan semua itu. Inti ajaran yang berpusat kepada cinta, dharma, dan bakti merupakan sebuah perbaikan fisik dan psikis bagi masyarakat Asia Selatan yang sakit ketika itu.
3. Budha ‘mengalami pencerahan’ (Maitreya) saat menyepi di bawah pohon Kalpataru, sama halnya dengan Muhammad Saw. yang memperoleh ‘pencerahan’ saat menyepi di sebuah gua di Bukit Hira. Asumsi yang paling memungkinkan adalah Malaikat Jibril as. telah mendatangi Budha di lembah Bodhisatva untuk memberikan wahyu tentang hakekat kehidupan yang sesungguhnya.
4. Budha adalah seorang pangeran yang meninggalkan segala kemewahan istana untuk mengenakan pakaian kasar dan berkelana demi mencari hakekat kehidupan yang sesungguhnya. Bandingkan ini dengan Muhammad yang rela kehilangan posisi kebangsawanan Quraisy demi menyiarkan dakwah Islam. Sejarah mengisahkan bahwa para Nabi biasa diuji dengan terusir dari tengah-tengah keluarga atau kaumnya. Nabi Yusuf as terusir ke Mesir. Nabi Musa as terusir dari Mesir. Nabi Ayyub as terusir dari tengah-tengah keluarganya setelah menderita penyakit kulit. Nabi Daud as diusir oleh anaknya hingga mengungsi ke bukit Zion. Nabi Ibrahim as. pun terusir dari Babilonia.
5. Ada Hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas ra. bahwa ada seorang nabi yang dilahirkan sebagai anak raja. Allah mewahyukan kepadanya: “Aku akan mematikan engkau segera, karena itu serahkanlah kerajaan itu kepada orang lain sebagai pewarismu, dia harus menyembah ALLAAH pada waktu malam dan menjalani puasa sepanjang hari. Dia tidak boleh marah selagi mengadili orang”. Saya menganggap ini benar-benar sama dengan jalan hidup Budha. Bisa jadi Idris SAW. yang banyak disebut dalam Al Quran adalah Sidharta Gautama.
Tambahan, Al Quran terbiasa menyebut nama para nabi tidak dengan nama aslinya. Misalnya Isa as. Secara linguistik, tidak mungkin bernama ‘Isa’ karena ‘Isa’ adalah nama Arab. Isa as. menceramahi kaumnya dengan bahasa Aramaik, sehingga kemungkinan nama aslinya adalah ‘Essho’ atau Esau (bahasa Ibrani).
“Dan Ismail dan Idris dan Dhul-Kifli; semua itu orang yang sabar” (Q.S. 21:85).
6. ALLAAH menyebut seorang nabi bernama Idris yang jelas bukan dari ras Israil atau Arab. Kisah Dzulkifli sebagaimana diberikan oleh Ibnu Abbas tidak ada padanannya dalam tradisi-tradisi Yahudi dan Kristiani dan kitab-kitab suci mereka.
7. Budha membawa kabar nubuat kedatangan Muhammad Saw. seperti halnya para Nabi lain sebelum Muhammad. Budha memang jelas tidak menyebut nama ’Muhammad’, seperti halnya Isa as. menyebut Muhammad dengan ‘Paraclete’ dan Musa as. menyebut Muhammad sebagai ‘seorang ksatria dari Pegunungan Sela Paran (Mekkah)’. ia menyebut Muhammad dengan nama ‘Maitreya’. Maitreya berarti cahaya. Seperti kita ketahui, Muhammad Saw dilambangkan sebagai cahaya semesta. Jadi Muhammad SAW adalah Maitreya yang dinantikan dalam ajaran Budha.
“Maitreya akan menjadi cahaya yang terakhir dan sempurna” (“Saddharam Pundrik” bab 94).
“Maitreya akan menjadi nabi yang menghapus beberapa syariat dan doktrin dari agama kuno mengingat keadaan sekitarnya” (“Sacred Books of the East”, jilid 49).
“Ibunda Maitreya kelak seorang bangsawan dan rupawan. Dia adalah puteranya yang pertama” (Maha Vastu I:197, Lalit Vistar 25:5, 23:10).
Buddha itu sendiri bukan agama yang berasal dari Sidharta Gautama. Sebelumnya terdapat jutaan Buddha, dan dimasa depan juga akan muncul jutaan Buddha. (Buddha Sakyamuni/Gautama, Buddha Maitreya, Buddha Amida, Buddha Taho dll).
Buddha itu artinya orang yang telah mencapai penerangan/kesadaran dan telah mencapai Nibbana, artinya orang telah bebas dari tua, sakit, lahir dan mati. Jadi Buddha bukan ALLAAH, dan juga bukan insan. Buddha itu kondisi. Enlightened (Penerangan Sempurna) Konsep ajaran / Dhamma / Dharma itu bukan buatan Sidharta Gautama/Buddha tapi memang itu merupakan Hukum Universal. Sebelum Buddha lahir,
Dhamma itu sudah ada, cuma mungkin perbedaan istilah saja.Seperti hokum sebab akibat saat ini.
Faham Maha-Karmavibhangga yang melukiskan tentang hukum sebab-akibat. Kamadhatu adalah sama dengan 'alam-bawah' tempat insan biasa, melambangkan kehidupan yang masih diliputi oleh hawa nafsu angkara murka yang menguasai diri manusia, dalam arti belum memperoleh petunjuk keheningan. Dalam Dasabhumi pada tingkatan Pramudita, Vimala, Prabhakari.
Tingkat Rupadhatu : Di Candi Borobudur pada tingkat bangunan mulai dari tingkat 2 sampai dengan tingkat 6. Tingkat ini merupakan tingkat antara dari alam insan ke alam Buddha. Di candi Borobudur, pada tingkat ini berisi relief-relief yang menggambarkan cerita-cerita dari naskah Sansekerta : Gandavyuha, Lalita-Vistara, Jatakamala, dan Awadana. Rupadhatu melambangkan tingkat di mana insan mulai sadar diri, dan berusaha mengendalikan hawa nafsu durjana untuk menumpas kedurhakaan, dalam Dasabhumi pada tingkatan Arcismati, Sudurjaya, Abhimukhi, Durangama.
Tingkat Arupadhatu : merupakan alam non-materi murni, melambangkan insan yang telah sampai pada makna hakiki itu, dan telah mawas diri menguasai alam Spiritual, dalam Dasabhumi pada tingkat Acala, Sadhumati, dan Dharmamegha. Di Candi Borobudur mulai dari tingkat 7, kita akan merasakan suatu suasana yang tenang dan tenteram, seakan-akan kita berada di alam samadi. Bodhisattva berada di tingkat Acala.Dari gambaran ini sangat menyerupai faham keperingkatan Islam,Iman & Ihsan.Disinilah terdapat kemampuan melihar Jannnah dan Naar sebagaimana Nabi Idris pula melihat keduanya
Bila senar kecapi ini dikencangkan, suaranya akan semakin tinggi. Kalau terlalu dikencangkan, putuslah senar kecapi ini, dan lenyaplah suara kecapi itu. Bila senar kecapi ini dikendorkan, suaranya akan semakin merendah. Kalau terlalu dikendorkan, maka lenyaplah suara kecapi itu.Bait ini sangat menegaskan perintah untuk berperilaku sebagai umatan wasathan,yakni berada pada titik tengah dalam kehidupan ini.
Dan demikian (pula) KAMI telah menjadikan kamu umat yang adil dan pilihan (pertengahan) (Q.S. Al-Baqarah: 143)
Ajaran Budha sangat senada dengan Dinul Islam,demikian akan dijelaskan secara sing mengenai persamaan antara keduanya.Laghu-Kalachakra-tantra-raja II.164cd menulis:
“Diciptakan oleh PENCIPTA adalah semua yang muncul, bergerak dan tidak bergerak. Dengan menyenangkannya (RAHMAN), sebagai sebab pembebasan bagi para Tayi, maka diperolehlah surga. Ini adalah ajaran untuk Insan.”
RAHMAN (الرحمن) adalah salah satu sebutan bagi ALLAAH dalam agama Islam. Yang berarti “DIA YANG MAHA WELAS ASIH”. Pundarika, Raja Kalki kedua, dalam karyanya Vimalaprabha-nama-laghu-Kalachakra-tantra-raja-tika juga berkata:
“Sekarang, membahas mengenai pernyataan dari mleccha Tayi, Rahman sang PENCIPTA memunculkan segala fenomena yang bekerja, baik yang bergerak maupun tidak bergerak. Sebab dari pembebasan bagi bangsa Tayi, yang dinamakan mleccha berjubah putih, adalah menyenangkan RAHMAN dan tentu saja hal ini membawa insan untuk terlahir di alam kelahiran yang lebih tinggi (Jannah). [Jika] tidak menyenangkannya, maka datanglah (kelahiran kembali di) neraka. Inilah ajaran-ajaran RAHMAN, [berdasarkan] pernyataan dari para Tayi.”
Tayi dinyatakan berjubah putih, berdasarkan umat Muslim yang naik haji ke Mekah memakai jubah putih. Menyenangkan RAHMAN berarti menaati hukum Syariah. Filosofi “bergerak maupun tidak bergerak” adalah interpretasi alam semesta oleh al-Sijistani.
Pundarika dalam Shriparamartha-seva, menjelaskan:
“Menurut yang lain, penyebab dari kelahiran di alam yang lebih tinggi (surga) adalah dengan memotong kulit penis milik seseorang itu sendiri dan makan pada akhir hari dan awal dari malam. Inilah yang bangsa Tayi pasti lakukan. Mereka tidak menikmati daging ternak yang meninggal (kematian alami) oleh karena karma mereka. Mereka lebih [memilih] untuk makan daging ternak yang telah disembelih. Selain [dengan cara] itu, maka tidak ada jalan untuk mencapai alam kelahiran yang lebih tinggi (Jannagh) bagi insan.”
Memotong kulit penis adalah sunat dan makan pada akhir hari dan awal malam adalah puasa Ramadhan. Memakan daging yang telah disembelih mengingatkan kita pada kurban pada hari Idul Adha.
Pundarika juga berkata pada para Hindu, “Kalian akan menganggap bahwa ajaran Tayi adalah ajaran yang valid, karena perkataan dalam kitab-kitab Vedamu, ‘Jadikanlah ternak untuk pengorbanan.’”
Agama Buddha melarang adanya pengorbanan binatang / ternak, karena termasuk dalam pembunuhan makhluk hidup.
Dalam Vimalaprabha . Pundarika berkata:
“Dengan parang, mereka menggorok leher ternak dengan mantra dari Tuhan mleccha, Bishimilla, dan kemudian memakan daging ternak yang telah disembelih dengan mantra Tuhan mereka. Mereka tidak makan daging ternak yang telah meninggal (secara alami) menurut karma mereka.”
Bishimilla (BismiLLAAH) berarti “dalam nama ALLAAH”.
Lebih lanjut Shri-Kalachakra-tantrottaratantra-hrdaya menyatakan:
“Dengan mengikuti ajaran-ajaran di mana kaum perempuan memakai jilbab… pasukan berkuda Tayi dalam jumlah yang besar menghancurkan patung-patung dewa yang mereka temukan selama berperang, tanpa pengecualian. Mereka memiliki satu kasta, tidak mencuri dan berkata dengan benar [jujur]. Mereka menjaga kebersihan, menolak istri orang lain dan mengikuti praktek pertapaan tertentu, dan tetap setia pada istri-istri mereka sendiri. Pertama, setelah membersihkan diri mereka sendiri dan pada waktu yang diinginkan oleh masing-masing orang selama malam petang dan selama siang hari, senja, tengah hari dan ketika matahari terbit di atas pegunungan, para non-Buddhis (tirthika) Tayi melakukan penghormatan sebanyak 5 kali (setiap hari), bersujud di atas tanah menghadap ke tanah suci mereka dan mengambil satu perlindungan di dalam ‘Tuhan dengan ciri Tamas’ di alam surga di atas bumi.”
Teks Kalachakra juga menjelaskan dengan jelas keyakinan umat Muslim:
1. Penghormatan 5 kali adalah sembahyang 5 kali dalam agama Islam
2. Tidak membuat patung-patung karena dianggap berhala
3. Menghormati kesamaan derajat manusia dalam Islam
4. Menjaga etika yang ketat
5. Satu perlindungan di dalam ‘Tuhan dengan ciri Tamas’ adalah syahadat bahwa ALLAAH adalah satu-satunya ILAAH
‘Tuhan dengan ciri Tamas’ (ALLAAH) berada di alam (devaloka) di atas bumi. Perkataan ini jelas menandakan bahwa dalam pandangan Buddhis, ALLAAH dalam agama MAHADEWA yang berada di alam MAHA TINGGI
Kepercayaan setelah kematian bagi umat Muslim secara jelas dibabarkan dalam Laghu-Kalachakra-tantra-raja II.174 :
“Melalui kehidupan abadi setelah kematian, seseorang mengalami keadaan sesuai dengan buah tindakan karmanya sebelumnya di dunia. Bila memang demikian, maka akumulasi karma manusia dari satu kelahiran ke kelahiran lainnya tidak akan terjadi. Tidak akan ada jalan keluar dari samsara dan tidak ada jalan menuju pembebasan meskipun dalam jangka waktu keberadaan yang tak terbatas. Pikiran tersebut, sesungguhnya, muncul di antara para Tayi, meskipun ditolak oleh beberapa kelompok.”
Pundarika dalam Vimalaprabha menerangkan kalimat di atas:
“Pernyataan dari Tayi mleccha adalah bahwa manusia yang meninggal mengalami kebahagiaan atau penderitaan di alam surgawi atau neraka dengan tubuh manusia mereka, melalui keputusan RAHMAN.”
Kalimat di atas menerangkan tentang keyakinan Islam akan Hari Penghakiman. Berdasarkan tindakan mereka pada saat hidup. Mereka dilahirkan di surga untuk mendapatkan kebahagiaan abadi atau di neraka untuk mendapatkan penderitaan abadi. Mereka dilahirkan di kedua alam tersebut dengan masih mempunyai tubuh manusia, yang akan dibangkitkan pada Hari Penghakiman, demikian ajaran mleccha Tayi.
Pada abad ke-19 M, komentator dari Tibet bernama Mipam dalam karya tulisnya (dPal dus-kyi ‘khor-lo’i rgyud-kyi tshig don rab-tu gsal-byed rdo-rje nyi-ma’i snang-ba Ye-shes le’u’i ‘grel-chen) menjelaskan:
“Para mleccha memiliki dua poin ajaran yang mereka pegang. Mereka memegang bahwa fenomena eksternal memiliki sifat atom-atom yang mengumpul dan mereka memegang ajaran tentang keberadaan dari diri seseorang yang secara sementara terlahir dan memiliki sebuah aspek yang mengambil kelahiran di samsara. Tujuan mereka adalah untuk mencapai buah kebahagiaan para deva. Selain ini, mereka tidak menyatakan tipe lain dari nirvana.”
‘Mereka memegang ajaran tentang keberadaan dari diri seseorang’ memiliki arti bahwa ajaran Islam adalah ajaran yang memegang konsep adanya Atta (Atman) atau Diri. Dan tujuan mereka adalah mencapai alam devaloka .
Mipam melanjutkan, “Mengetahui watak dan pikiran mereka (Tayi), Sang Buddha mengajarkan sutra-sutra yang mereka (Tayi) dapat terima. Sebagai contoh, di dalam Sutra Membawa Tanggung Jawab (Khur ‘khu-ba’i mdo), ada Sang Buddha berkata bahwa manusia membawa tanggung jawab (atas tindakan mereka), tetapi tanpa membicarakan apakah jiwa seseorang permanen atau tidak permanen. Poin-poin ini benar di hadapan pernyataan Tayi. Maksud dari Sang Buddha adalah bahwa manusia memang eksis sebagai diri yang berkelanjutan membawa responsibilitas karma, tetapi hanya sebatas pada rangkaian [kesadaran], yang pada sifat sejatinya, bukanlah permanen maupun tidak permanen.”
Ajaran agama Buddha tidak meyakini suatu Atta (Atman) oleh karena itu yang berlanjut dari satu kehidupan ke kehidupan lainnya hanyalah kesadaran, bukan jiwa. Kesadaran ini selalu berubah-ubah, oleh karena itu disebut tidak permanen (tidak kekal). Namun kesadaran juga bukan tidak permanen, dalam artian ketika kesadaran tersebut mencapai Nirvana atau Dharmakaya kekal, yang permanen.
Sedangkan menurut Al-Sijistani, semua jiwa individu Insan itu sama dan merupakan bagian dari “jiwa” universal. Ketika jiwa individual meninggalkan tubuh insan, maka eksistensi tubuh yang sementara akan berakhir. Jiwa individu tersebut akan bergabung melebur dalam jiwa universal dan tidak lagi terlahir dalam wujud tubuh sampai akhirnya Hari Penghakiman tiba. Namun jiwa-jiwa tersebut tetap mempertahankan identitasnya. Pada saat kebangkitan dan penghakiman, jiwa individu akan mencapai Surga Abadi atau Neraka Kekal.
Shambala –yin oron-u teuke orosiba, sebuah karya Mongolia yang muncul pada tahun 1828 M, meniru buku panduan Shambala-lai lam yig yang ditulis Lobsang Palden Yeshe (1738-1780 M), menulis:
“Sejak waktu Muhammad sampai sekarang, pandangan salah umat Muslim perlahan-lahan menyebar. Dari penghuni Jambudvipa ini, mayoritas sekarang adalah Muslim.”
“Menurut para Muslim, mereka berkata bahwa engkau tidak dapat memakan daging binatang yang mati secara alami. Untuk membunuh binatang menurut pandangan salah mereka, seseorang dapat diselamatkan apabila, ketika memotong leher binatang dengan menggunakan pisau, engkau melafalkan dharani dari ALLAAH, BismiLLAAH.”
“Terhadap para penganut agama lainnya di dunia, kalau kita mempunyai kemampuan dan kondisi seharusnya juga membantu mereka, membantu mereka untuk naik ke surga, membantu mereka untuk naik ke surga juga merupakan kebajikan, kita tidak perlu mempermasalahkan mereka naik ke Surga ke berapa. Kita juga membaca dalam Sutra, bahwa di berbagai Surga itu juga terdapat banyak Buddha/Bodhisattva yang ber Dharmadesana memutar roda Dharma, jadi jangan berpikir picik bahwa hanya dialam manusia ada Buddha Dharma, di 28 Langit/Surga juga terdapat Buddha Dharma.”
(Ven. Chin Kung, Dharma Center Ci She Lim. Singapore)
Ven. Sheng Yen, Patriark Chan, menghubungkan ALLAAH Islam dengan Raja Dewa Surga Tavatimsa yaitu Sakra Devanam Indra: “Dari perspektif kosmologi Buddhis, Tuhan di agama Tao dan Islam ekuivalen dengan Raja Dewa Surga Trayastrimsa (Tavatimsa), Surga 33 Dewa.”
Berikut adalah tulisan dari Ven. Chin Kung, Patriark dari sekte Sukhavati tentang ALLAAH dalam agama Islam:
“Mereka (para tokoh pemuka dari Agama Islam) kembali bertanya : Apa hubungan antara Buddha/Bodhisattva kalian dengan ALLAAH ? Apakah kalian orang Buddha menghormati ALLAAH ? Chin Kung menjawab : "Kami menghormati ALLAAH", lalu menunjukan sebuah perumpamaan : di dunia terdapat agama-agama, dimana mereka cuma mengakui satu-satunya ALLAAH(Chen Shen), juga terdapat agama-agama menghormati banyak God(Shen/Diterjemahkan sebagai Dewa), apakah dengan demikian terdapat konflik ? Tidak ada konflik. Buddha mengajarkan, semua Kelompok Dewa(atau lebih tepat Malaikat) itu ibarat Pimpinan setiap lapis masyarakat, dimana satu-satunya ALLAAH disuatu letak daerah atau negara, tidak lain adalah Presiden dari Negara itu. Konsept Tuhan yang majemuk disamping Presiden, juga terdapat menteri, gubernur, bupati dan seterusnya. Buddha/Bodhisattva adalah pekerja sosial Pendidikan masyarakat yang bekerja pada masyarakat multikultural, Buddha/Bodhisattva bukan Pimpinan masyarakat, bukan Presiden, bukan menteri atau bupati, dengan demikian mereka bukan Dewa. Tetapi kami orang Buddhist sangat menghormati SANG MAHA TUNGGAL dan Para Dewa, kami bekerja mengabdi padaNYA, disamping itu kami menerima bimbingan Buddha. Dengan demikian para Buddha/Bodhisattva adalah Pekerja Pendidikan masyarakat, hanya melalui Pendidikan maka masyarakat akan menjadi damai dan makmur, membantu para Dewa , membantu pimpinan lapisan masyarakat adalah pekerjaan mulia dan bernilai tinggi. Hanya insan yang penuh welas asih dan bijak baru bersedia bekerja secara demikian.
keperawanan VS pendidikan
Satu lagi rencana peraturan daerah yg super duper ngaur.. sangat melanggar hak asasi manusia (HAM), gender, & emansipasi.. kembali menyudutkan tubuh perempuan.
Di kota jambi, kab. asahan, sumut, & beberapa daerah mengajukan wacana "tes keperawanan" bagi siswi SMU sebagai syarat penerimaan siswa baru.
Perawan, gak perawan itu urusan pribadi, lagipula klo gak perawan bukan berarti bejat. ukuran bermoral atau ngga, gak berhubungan dgn keperawanan. trus klo gak perawan gak berhak menuntut ilmu, gak boleh pinter. Bapak2 yg berkuasa itu tahu gak sih klo banyak hal yang bisa merusak selaput dara., bukan hanya dengan berhubungan sex. coba dibuka lagi deh buku pelajarannya.
Oke lah.. kita semua mengerti tujuan pembuatan peraturan itu., silahkan buat peraturan untuk mengkontrol tubuh perempuan., tubuh & otak laki-laki yg ngeres plus porno itu di kontrol jg dong. Klo ngomongin porno pasti yg terfikir adalah tubuh perempuan.. apa yg salah dr tubuh perempuan, knp selalu jd sasaran. apa yg diukur moralnya hanya kaum perempuan. Lalu bagaimana dgn konsep “perjaka”.
Apa dasar hukumnya, ukuran perawan-gak perawan, batasan hilangnya keperawanan, & tes model apa yg akan dipakai.. itu dulu yg harus di jelaskan secara mendetail.. agar gak ada pihak-pihak yg mengambil keuntungan.
Masalah keperawanan dengan pendidikan gak memiliki korelasi sama sekali. “apa ada penelitian perempuan yg sudah gak perawan prestasinya menurun atau jelek”. klo wacana ini lahir dari studi banding di kota atau Negara tertentu, sebutkan dengan jelas. Jd dasarnya ada.
Yg jd pertanyaan besar sekarang adalah kenapa juga pemerintah asik ngurusin selangkangan aja. Kenapa gak ngurusin perda-perda yg harus di golkan & target-target kerja lainnya. Masyarakat yg miskin & lapar.
Ini lah bangsa ku…
Jakarta, 1-10-2010
-dkp-
Friday, March 05, 2010
antara Aku, Leluhur, & Tuhan
Mengagumi betapa luar biasanya Tuhan dengan segala ciptaannya, menciptakan banyak keajaiban yang luar biasa atas alam semesta ini.
betapa hebaynya leluhurku menciptakan sebuah peradaban bagi anak-cucunya.
Disaat ku menikmati candi atau sisa-sisa peradaban lainnya, disitulah aku merasakan dan memaknai hubungan antara Aku, Leluhur, dan Tuhan.
disitulah aku menyadari betapa kecilnya aku.
jakarta, 22 feb 2010
-dkp-
Monday, December 28, 2009
berfikir sederhana
gue hrs mulai belajar berfikir "sederhana"..
gak semua hal ribet, bisa dibikin simpel kok.
guenya aja yg tlalu bermain dgn pikiran sendiri.
klo begini terus, gak maju2 nih gue.
gue hrs belajar & hrs bisa berfikir sederhana & menyederhanakan banyak hal.
biarkan semua berjalan apa adanya, bukan berarti pasrah ya.
tp membiarkan hati ini menunjukkan arahnya.
sdh lama jg gue mengabaikan kata hati ini.
jakarta, 28 des' 09
-dkp-
fenomena ganti kelamin
Sebenarnya pergantian kelamin ini bukan hal yang baru, hanya masih terlalu tabu dilakukan di Indonesia mengingat budaya timur yg mengikatnya.
Sebelum Agus, 13 jan' 09 PN Purwokerto mengabulkan permohonan perubahan kelamin untuk Solihatunnisa (6) dari perempuan menjadi laki-laki.
Jauh sebelumnya, awal 1980-an, Dedi Yuliardi Ashadi mengajukan berganti kelamin di PN Surabaya dan kemudian Dedi berganti nama menjadi Dorce.
Selain di Indonesia, proses berganti kelamin yang mendapat pengakuan legal terdapat di Thailand yang menempati urutan pertama disusul Iran karena di negara tersebut tidak berlaku transeksual.
Keputusan untuk berganti kelamin adalah hak masing-masing orang, tidak bisa diganggu gugat, dan harus dihormati semua pihak.
Tergantung yang bersangkutan, jika sudah tidak nyaman menjadi laki-laki, dia boleh menggunakan haknya untuk berganti jenis kelamin. Apalagi didukung dengan hasil tes kedokteran yang menunjukkan hormon estrogen-progesteron yang lebih dominan.
Lagipula dokter gak akan semena-mena melakukan operasi pergantian kelamin ini, pasti sudah dilakukan tes fisik dan kejiwaan sebelumnya. Juga diperlukan dukungan dari lingkungan serta keluarga.
jakarta, 27 des' 09
-dkp-
Saturday, December 26, 2009
Perempuan & Celana Panjang
merenggut kebebasan dan melanggar HAM.
Di Aceh Barat, Bupati Ramli MS membuat peraturan"Perempuan dilarang bercelana panjang" menurutnya, celana apalagi ketat dan mencolok bila dikenakan perempuan dinilai mampu memancing gairah lawan jenis.
Apa hubungan antara celana panjang, perempuan, & nafsu.
Rasanya gak relevan.
Apa sudah muncul budaya 'Misoginis' (membenci perempuan) di negeri ini.
Kalau tidaj, mengapa perempuan selalu dijadikan komoditi, dari RUU Pornografi sampai peraturan daerah.
Perempuan selalu berada dalam posisi yang lemah.
Tubuh perempuan didisiplinkan (dikekang), seperti bagaimana cara kami berpakaian hingga memposisikan tubuh.
Tubuh perempuan dianggap sumber dosa dan kejahatan.
Sungguh tidak adil.
jakarta, 3 nov' 09
bersyukur
Syukuri yang didapati.
Nikmati dengan kelapangan dada.
Buat segalanya menjadi indah.
Tersenyum kepada dunia dan katakan padanya ku bahagia.
-dkp-
pelacuran
Zaman barbar yaitu poligami, dimana laki0laki berhak memperbudak wanita.
Pada zaman peradaban seperti sekarang ini, berlangsung perkawinan monogami yang tercampur dengan pencabulan & pelacuran.
-dkp-
Sunday, December 20, 2009
refleksi ku
menilik kebelakang, tahun ini adalah tahun yg penuh warna.
Tahun yg membuatku banyak belajar.
belajar tentang hidup, belajar kasih sayang, belajar menerima kenyataan, belajar bersyukur, belajar mana kawan-mana lawan, dll.
Terima kasih untuk tahun yg indah ini, yg membuatku lebih dewasa dlm menyikapi hidup.
Terima kasih untuk orang2 yg sudah mau datang & pergi dlm hidup ku, kalian sangat berarti.
Semoga tahun depan aku bisa banyak belajar lagi.
Belajar & akan terus belajar.
jakarta, 21 des' 09
-dkp-
Friday, March 30, 2007
Statistik perbandingan jenis kelamin dan poligami
Indonesia; memecah mitos poligami.
On 11/12/06, ari a. perdana wrote:
>
> Lupakan sementara soal halal-haram atau legal-tidaknya poligami.
> Mari kita lihat apakah 'maksud baik' dari poligami punya dasar atau
> relevansi. Tujuan sosial dari poligami (sering dilontarkan) adalah
> 'menolong' perempuan.
>
> Asumsi dasar:
> ---------------------
> 1. Cara yang paling efektif untuk 'menolong' kaum perempuan adalah
> dengan 'menyediakan' suami sebagai pelindung dan pencari nafkah.
>
> 2. Secara implisit diasumsikan bahwa jumlah perempuan lebih banyak
> dari laki-laki sehingga terjadi 'kelebihan penawaran' dari perempuan
> (dan sebaliknya, 'kelebihan permintaan' atas laki-laki).
>
> Fakta:
> ---------
> 1. Sex ratio (laki2/perempuan) di Indonesia, berdasarkan Sensus
> Penduduk 1980 = 101. Untuk setiap 100 perempuan ada 100 laki2. Dalam
> angka absolut, ini sama dengan 'surplus' laki-laki lebih dari 630
ribu
> (tahun 2000).
>
> 2. Sex ratio untuk Muslim saja juga sama dengan nasional = 101 (jika
> umat Islam dari seluruh usia dipasangkan, masih ada sekitar 460 ribu
> laki-laki Muslim yang tidak mendapat pasangan di tahun 2000).
>
> 3. Rasio gender menjadi terbalik (populasi perempuan lebih banyak
dari
> laki-laki) di usia 60 tahun ke atas. Untuk populasi Muslim di atas 60
> tahun, rasionya adalah 90 laki-laki untuk setiap 100 perempuan.
> Semakin tua kelompok usia, semakin banyak populasi perempuan. Ini
> adalah kecenderungan yang berlaku di seluruh dunia, karena memang
> tingkat harapan hidup perempuan lebih tinggi.
>
> 4. jumlah perempuan juga lebih banyak di antara mereka yang
> berpendidikan rendah (lulusan SD atau di bawahnya), khususnya yang
ada
> di pedesaan. Tanpa memandang agama, rasio gender bagi mereka yang
> paling untung hanya lulus SD adalah 88 di perkotaan dan 94 di
> pedesaan.
>
> 5. Lebih banyaknya populasi laki-laki dibanding perempuan bukan hanya
> terjadi di Indonesia. Ini adalah kecenderungan umum di negara-negara
> berkembang. Bahkan, negara-negara Muslim justru punya rasio gender
> yang sangat tinggi. Rasio gender Di Saudi Arabia, Oman, Bahrain dan
> Uni Emirat Arab lebih dari 120. Bahkan di Kuwait dan Qatar, rasionya
> lebih dari 150, tertinggi di seluruh dunia. Di dua negara yang dalam
> banyak literatur menjadi rujukan masyarakat paling bias gender, China
> dan India, rasio gendernya hanya 105, masih lebih rendah dibandingkan
> negara-negara itu.
>
> Implikasi:
> --------------
> 1. Tidak betul bahwa perempuan lebih banyak dari laki-laki.
>
> 2. Fakta statistik ini cukup untuk menggugurkan asumsi yang mendasari
> argumen 'motif sosial' poligami.
>
> 3. Jadi, kalaupun poligami itu hendak dicari justifikasinya secara
> ekonomi, maka harusnya para pria yang ingin berpoligami memperistri
> janda miskin berusia 60 tahun ke atas dan setinggi-tingginya hanya
> lulusan SD. Barulah poligami memiliki relevansi ekonomi sebagai cara
> untuk menolong perempuan lepas dari kemiskinan. Bukan gadis atau
janda
> muda (apalagi yang lulusan PTN dengan IPK 3,6 yang secara statistik
> tidak mungkin termasuk warga miskin).
>
> 4. Meskipun demikian, apakah poligami adalah cara paling efektif?
> Kenapa tidak mekanisme subsidi, zakat atau transfer langsung?
>
> 5. Kalau argumennya adalah mereka tetap butuh suami sebagai kepala
> keluarga, kenapa tidak membantunya dengan mencarikan janda-janda
> miskin suami yang belum beristri dan kemudian menjadikannya keluarga
> angkat untuk dinafkahi?
>
> Kesimpulan:
> ------------------
> 1. Argumen 'motif sosial' poligami tidak punya justifikasi empris.
> Setidaknya relevansinya di era sekarang tidak ada.
>
> 2. Mungkin (mungkin!) poligami halal. Tapi at best, secara sosial ia
> adalah tindakan sia-sia. Kalau untuk hal2 lain Islam mengatakan bahwa
> yang sia-sia bisa menjadi haram, sama halnya dengan poligami toh?
>
> 2. Yang masih tersisa adalah argumen 'motif syahwat.' Bukan motif
sosial.
>
> Catatan kaki:
> -------------------
> 1. Data yang digunakan adalah data SP 2000. Kita bisa beranggapan
> rasio gender tidak akan banyak berubah dalam 6 tahun. Tapi kalaupun
> berubah, trend justru menunjukkan bahwa makin lama jumlah laki2 makin
> banyak, dan sex ratio makin condong ke laki2 ('surplus' laki2 makin
> besar dari tahun ke tahun).
>
> 2. Di tahun 70-80an memang jumlah penduduk perempuan lebih banyak.
> Tapi paling rendah, rasionya hanya sekitar 97 perempuan per 100
> laki-laki. Secara statistik ini tidak cukup untuk mendukung hipotesus
> 'surplus perempuan.'
WANITA = PEREMPUAN
Tapi seTeLah gwe diskusi dan mendapatkan kata2 yang bagus...yang gwe pikir bisa merubah persepsi kawan2...
WANITA / PEREMPUAN tercipta dari tulang rusuk laki-laki, bukan dari Kepala tuk dijadikan Tuan dan juga bukan dari Kaki tuk dijadikan Alas namun tempatnya disisi Laki-laki tuk dilindungi..
maksudnya bukan dari kepala adalah bukan tuk ditakuti, kan ada istilah ISTI ( Ikatan Suami Takut Istri ) & bukan dari kaki adalah bukan tuk diperlakukan seperti pembantu atau pesuruh namun dijadikan Partner bahkan untuk dilindungi.
diPikir2 ada benernya juga, bukan jadi cengeng butuh perlindungan tapi gak bisa dipungkiri, sekuat, setegar, & semandirinya Qta pasti butuh yang namanya Laki-laki...gak boHong deh...gwe dah buktiin kok...
jadi WANITA = PEREMPUAN (equal) gak ada bedanya. Dua2nya sama MULIAnya....malah bikin gwe bangga dilahirkan sebagai PEREMPUAN / WANITA...ya gak....
GirL PoWEr.......
-dkp-
Cinta itu
dan tanpa disadarai Qta tLah ditinggalkan olehnya
Disaat cinta datang mengetuk pintu hati
Secepat itu juga ia pergi meninggalkan Qta sebelum pintu itu dibuka
sebelum Qta sempat mempersilahkannya untuk masuk walau sejenak
walau ia hadir hanya untuk mengobrak-abrik hati Qta..
-dkp-
Homoseksualitas: Mengapa Dianggap Kejahatan?
Untuk itulah, heteroseksualitas menjadi amat penting artinya. Dengan hubungan seksual antara lelaki dan perempuanlah, manusia dapat berkembang biak. Dalam keadaan seperti ini, aktivitas yang tidak mendukung keselamatan dan kesejahteraan golongan, dengan mudah dapat dituding sebagai kejahatan. Homoseksualitas menjadi bentuk pengkhianatan, walaupun hubungan homoseksualitas telah ada sejak zaman dahulu kala.
Akan tetapi, kejahatan itu seringkali amatlah relatif dari zaman satu ke zaman lainnya, dari suatu daerah ke daerah lain. Membaca buku Pramoedya Ananta Toer dianggap sebagai suatu dosa besar pada masa Orde Baru. Tapi, sekarang, buku-buku Pram jadi ngetop. Di India, sampai pada awal abad ke-19, para janda dari kasta tinggi membakar diri hidup-hidup setelah suami mereka meninggal. Para perempuan yang tidak berani masuk dalam api dituduh pengecut dan pengkhianat, bahkan terkadang dianggap berdosa karena tidak menunjukkan kesetiaan pada suami mereka. Sekarang, sudah banyak orang India yang menganggap bahwa sati seharusnya dilarang keras.
Ada juga yang menganggap bahwa homoseksualitas tidak normal dan sesuatu yang tidak normal patutlah dihukum. Tetapi, berapa banyak anak yang dianggap tidak normal? Apakah mereka juga patut dihukum? Apakah anak yang lahir bindeng, harus dihukum karena kebindengannya? Bukankah kebindengan dianggap tidak normal hanya karena kebanyakan orang tidak bindeng? Bukankah kebindengan bisa menjadi sesuatu yang indah?
Bagaimana dengan kegiatan homoseksualitas yang menjijikkan? Dapatkah kita memandang seorang lelaki atau perempuan bercumbu dengan sesama jenis? Orang berkulit hitam juga sempat dipandang menjijikkan di benua Amerika dan Eropa. Bahkan toilet dan tempat-tempat umum untuk orang kulit hitam dibedakan supaya mereka tidak “mencemari” orang kulit putih. Yang menyebabkan mereka dipandang menjijikkan adalah keinginan orang kulit putih untuk menjadi superior. Terkadang, bukankah keinginan para heteroseksual untuk merasa superiorlah yang menjadikan homoseksual menjadi menjijikkan?
Tentu saja saya amat sangat berterimakasih pada para nenek moyang saya yang berabad-abad telah menjalin hubungan heteroseksual dengan penuh dedikasi, sampai akhirnya saya nongol. Tapi keberadaan saya sekarang akan sia-sia, bila saya tidak diterima dan diperlakukan dengan baik oleh keluarga dan masyarakat saya. Bukankah sudah saatnya homoseksual diterima dengan baik oleh masyarakat sehingga mereka tidak perlu menyembunyikan identitas mereka?*
Sunday, October 01, 2006
JaTuh cinTa adaLah...
sebuah rasa yang dimiliki seseorang ketika melihat seseorang lainnya (biasanya dari jenis kelamin yang lain) yang menarik perhatiannya. Apabila kedua orang ini cocok dan menjadi pasangan, maka rasa ini juga masih ada pada permulaan relasi.
Perasaan ini muncul karena di dalam tubuh diproduksi beberapa zat-zat tertentu yang sedikit membius otak dan efeknya bisa disamakan dengan efek narkoba.zat-zat tertentu ini dinamakan feromon.
Feromon membuat seseorang kecanduan sehingga ingin melihat pasangannya atau orang idamannya sesering mungkin.
Perasaan jatuh cinta ini akan tetapi setelah selang beberapa waktu akan menghilang sedikit demi sedikit. Yang muncul biasanya rasa-rasa lain, seperti perasaan cinta sejati, kasih sayang serta rasa aman dan nyaman.
Apalagi jika sudah menikah, perasaan-perasaan yang terakhir ini yang lebih menonjol.
cinTa adaLah...
Tuhan memberi kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita? Kerana Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah namanya Cinta.
Ada 2 titis air mata mengalir di sebuah sungai. Satu titis air mata tu menyapa air mata yg satu lagi," Saya air mata seorang gadis yang mencintai seorang lelaki tetapi telah kehilangannya. Siapa kamu pula?". Jawab titis air mata kedua tu," Saya air mata seorang lelaki yang menyesal membiarkan seorang gadis yang mencintai saya berlalu begitu sahaja."
Cinta sejati adalah ketika dia mencintai orang lain, dan kamu masih mampu tersenyum, sambil berkata: aku turut bahagia untukmu.
Jika kita mencintai seseorang, kita akan sentiasa mendoakannya walaupun dia tidak berada disisi kita.
Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mahu mencuba. Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup. Jangan sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya.
Perasaan cinta itu dimulai dari mata, sedangkan rasa suka dimulai dari telinga. Jadi jika kamu mahu berhenti menyukai seseorang, cukup dengan menutup telinga. Tapi apabila kamu cuba menutup matamu dari orang yang kamu cintai, cinta itu berubah menjadi titisan air mata dan terus tinggal dihatimu dalam jarak waktu yang cukup lama.
Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan walaupun mereka telah dikecewakan. Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati. Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan.
Jangan simpan kata-kata cinta pada orang yang tersayang sehingga dia meninggal dunia , lantaran akhirnya kamu terpaksa catatkan kata-kata cinta itu pada pusaranya . Sebaliknya ucapkan kata-kata cinta yang tersimpan dibenakmu itu sekarang selagi ada hayatnya.
Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dan bercinta dengan orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterima kasih atas kurniaan itu.
Jangan melarikan diri dari 'cinta' apabila ia berada di hadapan kamu. Jangan melarikan diri daripadanya kerana suatu hari nanti, kamu pasti akan teringatkannya kembali dan menyesali perbuatan kamu itu.
Cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat -Hamka
Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi rahmat.
Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan kamu tidak pernah memiliki keberanian untuk menyatakan cintamu kepadanya.
Seandainya kamu ingin mencintai atau memiliki hati seorang gadis, ibaratkanlah seperti menyunting sekuntum mawar merah. Kadangkala kamu mencium harum mawar tersebut tetapi kadangkala kamu terasa bisa duri mawar itu menusuk jari.
Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat bererti bagimu. Hanya untuk menemukan bahawa pada akhirnya menjadi tidak bererti dan kamu harus membiarkannya pergi.
Kamu tahu bahwa kamu sangat merindukan seseorang, ketika kamu memikirkannya hatimu hancur berkeping.
Dan hanya dengan mendengar kata "Hai" darinya, dapat menyatukan kembali kepingan hati tersebut.
Kaum lelaki sering mempersoalkan kelemahan wanita kerana sering mengalirkan airmata. Tetapi, segagah-gagah dan perwiranya lelaki, sedarlah bahawa suatu hari nanti mereka juga akan mengalirkan airmata syahdu kerana satu perkara kecil iaitu kerana CINTA. Alangkah misterinya cinta seorang wanita yg dianggap lemah sehingga boleh mengalirkan airmata seorang wira! Aneh, tetapi itulah hakikatnya.
Tuhan ciptakan 100 bahagian kasih sayang. 99 disimpan disisinya dan hanya 1 bahagian diturunkan ke dunia. Dengan kasih sayang yang satu bahagian itulah, makhluk saling berkasih sayang sehingga kuda mengangkat kakinya kerana takut anaknya terpijak.
Kadangkala kamu tidak menghargai orang yang mencintai kamu sepenuh hati, sehinggalah kamu kehilangannya. Pada saat itu, tiada guna sesalan kerana perginya tanpa berpatah lagi.
Jangan kerana cinta, kita gugur dari perjuangan, dan jangan kerana cinta juga, prinsip kita menjadi larut dan cair. Cinta tidak semestinya akan berakhir dengan perkahwinan dan perkahwinan juga tidak semestinya akan menoktahkan titik akhir kepada percintaan. Kesetiaan akan mengikat cinta, kecurangan akan meranapkan segala kemanisan cinta. Sesebuah perkahwinan akan menjadi indah jika cinta terus bersama.
Cinta sejati ialah kasih Tuhan kepada hambaNya. Kasih murni ialah kasih ibu bapa kepada anaknya. Kasih saudara masa berada. Kasih sahabat masa binasa. Kasih suami isteri sepenanggungan. Kasih orang menaruh harapan.
Jangan mencintai seseorang seperti bunga, kerana bunga mati kala musim berganti. Cintailah mereka seperti sungai, kerana sungai mengalir selamanya.
Cintailah seseorang itu atas dasar siapa dia sekarang dan bukan siapa dia sebelumnya. Kisah silam tidak perlu diungkit lagi kiranya kamu benar menyintainya setulus hati.
Rasa percintaan lebih pahit dari hempedu .Teman percintaan ialah sayu dan pilu, namun demikian, dara dan teruna tetap berpusu-pusu terjerumus ke dalamnya kerana dianggap seperti lautan madu - Raja Pedang Deir
Hati-hati dengan cinta, kerana cinta juga dapat membuat orang sihat menjadi sakit, orang gemuk menjadi kurus, orang normal menjadi gila, orang kaya menjadi miskin, raja menjadi budak, jika cintanya itu disambut oleh para pecinta palsu.
Terdapat banyak bebintang di langit tetapi hanya satu sahaja yang begitu menyerlah sehingga dapat menarik perhatianmu. Dari kalangan yang kamu pilih untuk abaikan ialah sebutir bintang yang sanggup menyinari anda walau dimana sahaja kamu berada.
Tak usah sebut pasal cinta jika kamu tidak sebenar-benarnya mengambil kisah. Tak usah bercakap tentang perasaan, jika ia tidak berada di hatimu. Tak usahlah menunjuk ke dada, jika kamu berhasrat melukakan hati pasanganmu
Minat bukan bermaksud cinta, bangga bukan bererti cinta, kagum juga bukan bermaksud cinta, dan suka juga tidak serasi dengan cinta, malah sayang pun bukan cinta. Tetapi, cinta itu adalah cinta.
Berkemungkinan apa yang kamu sayangi atau cintai tersimpan keburukan di dalamnya dan berkemungkinan apa yang kamu benci tersimpan kebaikan di dalamnya.
Cinta kepada harta ertinya bakhil, cinta kepada perempuan ertinya alam. Cinta kepada diri ertinya bijaksana, cinta kepada mati ertinya hidup dan cinta kepada Tuhan ertinya Takwa.
Lemparkan seorang yang bahagia dalam bercinta ke dalam laut, pasti ia akan membawa seekor ikan. Lemparkan pula seorang yang gagal dalam bercinta ke dalam gudang roti, pasti ia akan mati kelaparan.
Seandainya kamu dapat berbicara dalam semua bahasa manusia dan alam , tetapi tidak mempunyai perasaan cinta dan kasih, dirimu tak ubah seperti gong yang bergaung atau sekadar canang yang gemerincing.
Cinta adalah keabadian...dan kenangan adalah hal terindah yang pernah dialami
Siapapun pandai menghayati cinta tapi tiada siapa yg pandai menilai cinta kerana cinta bukan objek yg boleh di lihat oleh mata kasar. Sebaliknya cinta hanya dapat ditilik melalui hati dan perasaan.
Cinta mampu melunakkan besi, menghancurkan batu, membangkitkan yang mati dan meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak menjadi pemimpin. Inilah dasyatnya cinta !
Permulaan cinta adalah membiarkan orang yang kamu cintai menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kamu inginkan. Jika tidak, kamu hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kamu temukan di dalam dirinya.
Cinta itu adalah perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri manusia, ia laksana setitis embun yang turun dari langit,bersih dan suci. Cuma tanahnyalah yang berlain-lainan menerimanya. Jika ia jatuh ke tanah yang tandus,tumbuhlah oleh kerana embun itu kedurjanaan, kedustaan, penipu, langkah serong dan lain-lain perkara yang tercela. Tetapi jika ia jatuh kepada tanah yang subur,di sana akan tumbuh kesuciaan hati, keikhlasan, setia budi pekerti yang tinggi dan lain-lain perangai yang terpuji.~ Hamka
Kata-kata cinta yang lahir hanya sekadar di bibir dan bukannya di hati mampu melumatkan seluruh jiwa raga, manakala kata-kata cinta yang lahir dari hati yang ikhlas mampu untuk mengubati segala luka di hati orang yang mendengarnya.
Cinta dan kasih sayang adalah jawapan yang dapat menyembuhkan segala penyakit, dan jalan yang menuju kepada rasa cinta dan kasih sayang hanyalah melalui kemaafan.
Cinta umpama bunga di taman yang sedang mekar, hiasilah, jagalah taman kamu untuk kelihatan cantik dan ceria dan seandainya kamu tidak berbuat demikian, layulah bunga di taman dan rosaklah cinta yang sejati.
Kamu tidak pernah tahu bila kamu akan jatuh cinta. namun apabila sampai saatnya itu, raihlah dengan kedua tanganmu,dan jangan biarkan dia pergi dengan sejuta rasa tanda tanya dihatinya
Satu-satunya cara agar kita memperolehi kasih sayang, ialah jangan menuntut agar kita dicintai, tetapi mulailah memberi kasih sayang kepada orang lain tanpa mengharapkan balasan. (Dale Carnagie)
Cinta bukanlah kata murah dan lumrah dituturkan dari mulut ke mulut tetapi cinta adalah anugerah Tuhan yang indah dan suci jika manusia dapat menilai kesuciannya.
Bukan laut namanya jika airnya tidak berombak. Bukan cinta namanya jika perasaan tidak pernah terluka. Bukan kekasih namanya jika hatinya tidak pernah merindu dan cemburu.
Bercinta memang mudah. Untuk dicintai juga memang mudah. Tapi untuk dicintai oleh orang yang kita cintai itulah yang sukar diperoleh.
Cinta itu membuatkan kamu gembira walaupun ia sering melukakan. Cinta itu istimewa jika ia diberikan kepada orang yang bertuah.
Cinta ibarat pasu antik, ia sukar ditemui, sukar diperolehi tapi mudah untuk jatuh berderai
Andainya hadirnya cinta sekadar untuk mengecewakan, lebih baik cinta itu tak pernah hadir.
Cinta sesuatu yg mengasyikkan,ia boleh membuat kita hilang kewarasan fikiran. Cinta juga sebenarnya indah jika pandai menghayatinya. Sebaliknya cinta boleh jadi racun jika tersalah tempat. Apa pun cinta itu buta.
Anyamlah buih-buih di laut demi membuktikan cinta yang suci tanpa menodai keaslian pantai itu.
Cinta sebenarnya tidak buta. Cinta adalah sesuatu yang murni, luhur dan diperlukan.
Apa yang buta ialah bila cinta itu menguasai dirimu tanpa pertimbangan.
Cinta bukanlah dari kata-kata tetapi dari segumpal keinginan diberi pada hati yang memerlukan. Tangisan juga bukanlah pengubat cinta kerana ia tidak mengerti perjalananan hati naluri.
Kejarlah cita-cita sebelum cinta, apabila tercapainya cita-cita maka dengan sendirinya cinta itu akan hadir
Di suatu hari kau datang dan bertanya padaku apa yang lebih penting : Dirimu atau nyawaku. Dan aku menjawab nyawaku lebih penting dan kau pun berlalu dengan penuh kekecewaan tanpa pernah kau sedari bahawa kaulah nyawaku itu. Sesungguhnya kau adalah cinta dan nyawaku dalam hidup ini.
Cinta seringkali akan lari bila kita mencari, tetapi cinta jua seringkali dibiarkan pergi bila ia menghampiri
Cinta pertama adalah kenangan. Cinta kedua menjadi pengajaran. Dan cinta yang seterusnya adalah satu keperluan kerana hidup tanpa cinta bagaikan masakan tanpa garam. Lantaran itu bajailah cinta yang dianugerahkan itu sebaik-baiknya. Agar ia terus mekar dan wangi sepanjang musim.
Kecewa bercinta bukan bermakna dunia sudah berakhir.Masa depan yang cerah berdasarkan pada masa lalu yang telah dilupakan. Kamu tidak dapat melangkah dengan baik dalam kehidupan kamu sampai kamu melupakan kegagalan kamu dan rasa kekecewaan itu.
Hanya diperlukan waktu seminit untuk menafsir seseorang, sejam untuk menyukai seseorang dan sehari untuk mencintai seseorang, tetapi diperlukan waktu seumur hidup untuk melupakan seseorang.
Ada cinta yang agung antara hamba dan Tuhannya. Cinta kudus antara bonda dan anaknya. Ada cinta rafik yang setia. Ada cinta berahi antara kekasih teruna dara. Ada cinta persaudaraan yang tiada bandingnya. Ada cinta sesama makhluk yang begitu mulia dan cinta dikatakan hampir tidak memilih usia. Ia juga tidak mengira rona bangsa. Tidak ada miskin kaya dalam catatan kamus cinta. Justeru, cinta dikatakan sesuatu yang cukup luar biasa dalam cakerawala hidup setia jiwa.
Setiap orang punya rasa cinta. Tapi tak semua orang dapat merasai cinta. Setiap orang pernah bercinta. Tapi tak semua mampu mengecapi bahagia.
Keikhlasan bererti tidak mengharapkan balasan atas perbuatan kita. Keikhlasan dalam bercinta bererti tidak mengharapkan balasan cinta atas kasih yang kita curahkan padanya.
Cinta itu apabila kamu bertemu dan membuat pilihan yang tepat
Ketika sebuah cinta mengungkapkan suatu kejujuran, dia tidak akan berbohong. Tidak akan ada sebuah konspirasi untuk mendahulukan sebuah nafsu untuk memiliki. Tidak akan ada sebuah harapan untuk mendapatkan sebuah kebahagiaan. Tetapi hanya akan mendambakan untuk bisa mendapatkan kesempatan untuk memberikan sesuatu yang lebih berharga.
Cinta laki-laki seumpama gunung, ia besar tapi konstan dan (sayangnya) rentan, ada waktu ia meletus memuntahkan lahar, menghanguskan apa saja yang ditemuinya. Cinta perempuan seumpama kuku, ia hanya sehujung jari, tapi tumbuh perlahan-lahan, diam-diam dan terus menerus bertambah. Jika dipotong, ia tumbuh dan tumbuh lagi.
Manusia tidak jatuh 'ke dalam' cinta, dan tidak juga keluar 'dari cinta'. Tapi manusia tumbuh dan besar dalam cinta
Cinta yang wujud dalam sebuah tindakan agung : "Memaafkan".
Cinta kurniaan Ilahi mengapa mesti dibenci? Yang harus dibenci dan dihindari ialah kepalsuan, bukan cinta.
Hidup tanpa cinta seperti makanan tanpa garam. Oleh itu, kejarlah cinta seperti kau mengejar masa, dan apabila kau sudah mendapat cinta itu, jagailah ia seperti kau menjaga dirimu, sesungguhnya cinta itu kurniaan Tuhan Yang Maha Agung.
“Aku mencintaimu”, sukarkah untuk dilafazkan?
Tidak ada cinta yang tidak cemburu -Pepatah Perancis
Sesuatu percintaan yang terjalin di antara dua insan itu tiada ada kemesraan atau kemanisannya sekiranya sentiasa membayangi akan kemusnahan, kekecewaan dan kehancuran.
Cintailah orang yang engkau kasihi itu sekadarnya belaka, barangkali dia akan menjadi orang yang kau benci pada suatu hari kelak. Juga bencilah terhadap orang yang kau benci itu sekadarnya belaka barangkali dia akan menjadi orang yang engkau kasihi pada suatu hari nanti.
Menerima cinta dari seseorang secara terburu-buru tanpa usul periksa latar belakangnya akan merugikan kerana cendawan yang tumbuh melata jika terus dimakan dikhuatiri beracun.
Usah diratapi perpisahan dan kegagalan bercinta kerana hakikatnya jodoh itu bukan ditangan manusia. Atas kasih sayang Tuhan kau dan dia bertemu dan atas limpahan kasihNya jua kau dan dia dipisahkan bersama hikmah yg tersembunyi. Pernahkah kau terfikir kebesaranNya itu?
Cinta itu adalah api yang dingin. Sesiapa yang mendekatinya tidak akan terbakar tetapi tertangkap ke dalamnya.
Jika kasih sayang telah mencapai batasnya, maka ia dinamakan Cinta. "Cinta adalah kasih sayang yang melimpah". Cinta juga lebih istimewa dibanding kasih sayang, sebab setiap cinta sama dengan kasih sayang, tetapi tidak semua kasih sayang sama dengan cinta.
Bercintalah dengan pelajaran, bertunanglah dengan mengulangkaji, berkahwinlah dengan peperiksaan dan berbulan madulah dengan kejayaan.
Cinta adalah suatu bentuk ungkapan keabadian yg tidak mampu dijelaskan melalui untaian kata-kata indah tapi melalui kenyataan pahit yang hidup dan sakit.
Cinta itu tidak menjanjikan sebuah rumahtangga aman damai, tetapi penerimaan dan tanggungjawab adalah asas utama kebahagiaan rumahtangga. Cinta hanya sebuah keindahan perasaan. Cinta akan bertukar menjadi tanggungjawab apabila terbinanya sebuah rumahtangga.
Janganlah mengigil kedinginan kerana hilangnya cinta .Tetapi mengigillah dengan kedinginan kerana tiada lagi ada rasa.
Jangan pernah bermimpi tentang cinta tanpa mampu memperjuangkannya.
Memberikan seluruh cintamu kepada seseorang bukanlah jaminan dia akan membalas cintamu. Jangan mengharapkan balasan cinta, tunggulah sampai cinta berkembang di hatinya, tetapi jika tidak, berbahagialah kerana cinta tumbuh di hatimu.
Berkasih sayang adalah suatu akhlak yang mulia. Oleh itu semai dan bajailah rasa kasih sayang dan cinta terhadap sesama insan, lebih-lebih lagi kepada Allah SWT kerana Allah terlalu kasihkan hambaNya lebih daripada seorang ibu mengasihi anaknya.
Cinta ia tetap hadir,ia datang bukan dengan nafsu atau keinginan tetapi kepasrahan tentang yang mutlak, itulah cinta terulung.
Cinta bukanlah dari kata-kata tetapi dari segumpal keinginan diberi pada hati yang memerlukan.
Usah gembira pada kelahiran cinta pertama. Jua usahlah menangis di awal kegagalan kerana kekeliruan seimbang pertemuan dan perpisahan. Kebahagiaan tidak semestinya kekal abadi.
Pergaulan dan cinta di antara lelaki dan perempuan pada hari ini diibaratkan seperti minyak dengan api, apabila tersentuh maka maraklah ia.
Cinta adalah sebuah telaga yang tiada dasarnya
Untuk menyelami cinta dan cita-cita, anggap dahulu cinta itu derita dan cita -cita itu cahaya. Sebelum mendekati erti cinta, mengertilah dahulu erti cita-cita dan sebelum mengenal cinta, kenallah dahulu cita-cita.
Cinta yang terselit pendustaan ibarat kehidupan yang bercampur gaul dengan penghinaan.
Cinta adalah jika kamu kehilangan rasa, ghairah, romantika dan masih tetap menghargainya.
Cinta lebih mudah mekar di hati yang sedang dilanda kecewa. Cinta seperti ini adalah cinta yang mengharapkan belas kasihan, sebab itu bila sepi telah punah maka selalunya cinta juga akan turut terbang.
Bukan dikatakan cinta apabila yang menjadi matlamatnya semata-mata untuk memiliki sepenuhnya. Tetapi cinta itu ialah perkongsian di dalam kecenderungan dan kegemaran serta perasaan bahawa diri orang yang anda cintai itu tidak kurang pentingnya dari anda.
Jangan sesekali mengkhianati perasaan hati kamu kerana akibatnya, hanya kamu yang akan sengsara; bukan orang lain. Salah satu cabaran paling sukar dalam hidup ialah mencari orang yang tahu segala kelemahan dan kekurangan diri kamu, tetapi dia masih sangup menyayangi dan mencintai kamu dengan sepenuh hatinya.
Hanya ada satu pelita yang dapat kita pegang dan sentiasa menyala di mana-mana jua pun, yang tetap akan menerangi tempat-tempat yang jauh seperti menerangi tempat kita sendiri, iaitu rasa cinta dan kasih sayang pada segala yang bernyawa- Innayan Khan
Manusia merasa kesepian dari cinta kerana mereka kerap hanya membangun dinding, bukannya jambatan kasih sayang.
Mereka yang cintanya selalu dibalas,kurang mengerti perasaan cinta yang sebenar..~ Khan ~
Cinta yang dikaitkan dengan kepentingan peribadi akan berubah menjadi putus asa.
Dalam percintaan kamu janganlah kamu kesali perpisahan tetapi kesalilah pertemuan kerana tanpa pertemuan tidak ada perpisahan.
Kamu tidak akan mati kerana cinta, tetapi cinta cukup meracuni hidup kamu
Kahwinilah orang yang lebih mencintai diri kita daripada kita mencintai diri orang itu. Itu lebih baik daripada mengahwini orang yang kita cintai tetapi tidak menyintai diri kita kerana adalah lebih mudah mengubah pendirian diri sendiri daripada mengubah pendirian orang lain.
Hiduplah dengan cinta! Tetapi bukan bererti cinta buta. Kita dapat mencintai hidup dengan lebih baik, yaitu cintailah sekelilingmu, baik yang ada diluar dirimu atau didalam dirimu.
Cinta yang suci dapat dilihat dari pengorbanan seseorang, bukanlah dari pemberian semata-mata.
Rasa cinta itu jika dipupuk ke arah dan sinar yang lurus akan membawa pengekalan abadi.
Selagi usia di kandung badan .Selagi jiwa merantai hati
Bibir tidak perlu berkata , bila hati sudah bersuara nada cinta dan rindu.
Cinta membuatkan orang bersemangat untuk hidup, rasa cinta adalah satu rangsangan indah dalam kehidupan. Cinta adalah sesuatu yang subjektif, susah untuk ditafsirkan. Kadangkala kita merasakan apa yang kita alami itu cinta tapi sebenarnya bukan.
Cinta adalah penyakit manakala perasaan adalah kumannya. Perkahwinan pula merupakan ubat penawarnya.
Ibaratkanlah kehilangan cinta itu umpama hilangnya cincin permata di lautan luas yang tiada bertepi dan harus dilupakan.
Pabila cinta tidak diajarkan di rumah, hampir tidak masuk akal untuk mempelajarinya di mana pun.
Cinta yang tak berbalas itu bagaikan layang-layang putus talinya.
Kata pujangga cinta letaknya di hati. Meskipun tersembunyi, namun getarannya jelas sekali. Ia mampu mempengaruhi fikiran sekaligus mengendalikan tindakan kita sehingga kadangkala kita melakukan hal terbodoh tanpa sedari.
Mencintai itu umpama bermain piano. Pertama, kita bermain ikut peraturannya. Kemudian, lupakan peraturannya dan main ikut hati.
Ruang kosong di antara celah-celah jari kita dicipta untuk dipenuhi oleh jari-jari orang lain.
Cinta menakluk segala-galanya. Cinta dapat mengubah pondok kayu menjadi istana emas
Hidup kalau tak memakai cinta tak ubahnya seperti bumi kehilangan matahari -Aswir
Kamu tidak pernah kalah/kecewa dalam mencintai/menyayangi. Anda cuma kalah jika anda bertangguh.
Cinta dimulai dengan senyuman, tumbuh dengan dakapan dan seringkali berakhir dengan air mata.
Cinta menekan pertimbangan, memandang ringan bahaya dan cinta memandang enteng akan kematian
Tiada kasih yang lebih manis daripada kasih cinta. Tiada kasih yang lebih ngeri dari putus cinta
Cinta monyet ialah cinta keanak-anakan. Cinta palsu adalah sekadar basa-basi. Cinta materialistik merosakkan jiwa. Cinta sejati ialah cinta yang akan menghasilkan cita-cita yang luhur dan abadi.
Cinta adalah penyakit dan perkahwinan ialah sihat. Sakit dan sihat tidak bertemu.
Seseorang yang pernah mengalami kegagalan dalam percintaan, maka dia akan melihat kebahagiaan itu laksana melihat pelangi. Tidak pernah pelangi itu berada di atas kepalanya. Selamanya dia melihat pelangi itu berada di atas kepala orang lain.
Hanya hati yang dapat menilai erti Cinta sejati. Dengarkan kata hati dan Cinta sejati tidak berlandaskan nafsu kerana ia adalah suci, lahir dari kasih dan sayang.
Cinta akan hidup bersama dengan waktu, pabila waktu itu mati, maka matilah cinta suci itu
Seorang wanita akan memandang rendah terhadap lelaki yang menyatakan cinta kepadanya, terkecuali kalau memang lelaki itu yang diharapkannya.~ Elizabeth Stoddard ~
Lelaki itu prosa alam, perempuan sajaknya. Cinta itu lagu dan perkahwinan orkestranya -Pepatah Denmark
Cinta boleh tumbuh dalam madu dan racun
Cinta tidak selalu bersama jodoh tapi jodoh selalu bersama cinta.
Kehidupan ini seumpama bunga, maka cinta adalah madunya -Hamka
Manusia yang dibakar api cinta dapat melihat di dalam gelap -Peribahasa Mexico
Hidup tanpa cinta ibarat taman tidak berbunga -Pepatah Inggeris
Cinta tidak mempunyai umur, ia sentiasa memudakan dirinya
Cinta itu tidak buta tetapi ia tidak melihat -Pepatah Jerman
Barangsiapa yang belum pernah jatuh cinta, ia telah membangunkan langit di atas bumi -Pujangga Barat
Orang yang menulis surat cinta itu kurus dan orang yang membacanya gemuk -Pepatah Belanda
Keburukan dapat disembunyikan apabila timbulnya rasa cinta -Pepatah Greek
Cinta tidak mempunyai undang-undang
Cinta pandang pertama adalah cinta yang akan kekal abadi
Cinta lebih tua daripada alam ini kerana alam ini dijadikan Allah atas dasar cinta -Muttanabi
Cinta ialah penyakit -Taufiq Al-Hakim
Yang termanis daripada yang manis di dunia ini ialah pujian kekasih yang terlontar daripada rasa cintanya.
Saturday, August 12, 2006
MaTi Muda....
yang keDua diLaHirkan taPi maTi muda, dan
yang tErSiaL adaLaH uMuR tUa...
Rasa-rasanya mEmang bEgiTu...
BaHagiaLah mEreKa yang maTi mUda...
"Gie"
Sunday, July 30, 2006
Laki-Laki VS pErEmPuan
MENGAPA ??
Boneka adalah mainan perempuan dan robot untuk laki-laki
Laki-laki tidak boleh menangis, perempuan boleh
Memasak dan menjahit adalah pekerjaan perempuan,
membetulkan genting dan mobil pekerjaan laki-laki
Mendidik dan mengasuh anak adalah kodrat perempuan
Menjadi kepala keluarga dan mencari nafkah kodrat laki-laki
Perempuan tidak boleh keluar/pulang malam, laki-laki boleh
Mengapa kami dibeda-bedakan...
Kami bisa membetulkan genting yang bocor atau menambal ban
Kami bisa melakukan pekerjaan yang dilakukan laki-laki
Laki-laki juga tidak dilarang untuk memasak atau menjahit
Bahkan tak jarang kami bertukar peran
Jadi...dimana letak perbedaannya...
Apa hanya karena...
Laki-laki kencing berdiri, kami jongkok
Laki-laki membuahi, kami dibuahi
Laki-laki mempunyai penis dan kami vagina...
Lalu mengapa harus berbeda...
-dEe-
Saturday, July 15, 2006
No Sex Before Marriage
Saya pribadi tidak setuju dengan jargon-jargon tersebut dan bingung untuk menyikapi masalah ini. Saya lebih setuju dan ingin mengkampanyekan
“No Sex Before Marriage”
Saya mengetuk untuk bersama-sama mengkampanyekan gerakan antiseks pranikah tadi. Tidak ada istilah safe sex (seks aman) untuk pasangan-pasangan yang tidak terikat oleh lembaga pernikahan. Selain penyakit medis, aktivitas seks pranikah akan menambah penyakit baru bagi masyarakat. Kampanye penggunaan kondom untuk menghadang HIV / AIDS sama saja dengan legalitas seks. Siapapun yang mendalami masalah ini tahu bahwa pori-pori kondom tidak akan dapat menghalangi masuknya virus HIV yang ribuan kali lebih kecil daripada pori-pori kondom itu sendiri.
Apa yang akan terjadi berikutnya jika remaja dan kaum mudanya seperti kita mengalami sex addicted (kecanduan seks). Pasangan yang sudah menikah tahu perbedaan kualitas kenikmatan seks menggunakan kondom atau polosan saja. Keinginan untuk mencoba aktivitas seks tanpa pengaman tetaplah besar. Cairan pelican pada kondom akan meminimalisasi daya cengkeram vagina hingga konon katanya seks menjadi tidak sangat nikmat. Karena itu sedikit sekali pria penyuka tuna susila bersedia menggunakan kondom dalam kontak seksnya dengan pelacur.
Satu, dua kali menggunakan kondom untuk menghindari kehamilan, berikutnya muncul rasa ingin tahu dan mencoba tanpa pengaman. Satu, dua kali aman hingga keterusan.
Toh peluang kehamilan juga menjadi sangat besar. Belum aktivitas seks di luar nikah akan menghasilkan tekanan psikis yang tidak kecil, yang mengakibatkan deviasi psikis pada pelakunya di masa depan. Manfaat dari seks bebas ini tetap ada yaitu libido tersalurkan, tidak penasaran lagi. Tidur lebih nyenyak. Tapi bagi siapa? Hanya bagi kelompok laki-laki yang mengajak. Tapi manfaat apa yang bisa dipetik jika kemudian muncul rasa takut, frustasi, tiap malam dibayangi kecemasan, lubrikasi yang tidak maksimal dan meninggalkan rasa sakit pada kontak seksual, dll. Dan ini sama juga dengan menciptakan penderitaan sendiri, alias “nikmat membawa sengsara…”
Karena itu, baik laki-laki ataupun perempuan… satu kata kunci yang harus kita pegang erat-erat :
“No Sex Before Marriage…!”
Katakan tidak untuk melakukan seks sebelum menikah.
Tidak adil juga jika kemudian generasi muda yang selalu dipersalahkan tanpa mempersoalkan perilaku seksual yang ditunjukkan oleh bapak-bapaknya. Sebagai orang tua mengharapkan biologis anak-anaknya serta generasi muda bangsa ini secara umum menjadi baik haruslah mengawali dan memulainya dari diri sendiri.
Pelacuran dan prostitusi tidak akan bisa hidup kalau tidak ada Pria Tuna Susila (PTS) yang memanfaatkan jasa mereka. Panti-panti pijat, bisnis salon-salon plus akan gulung tikar, kalau hijab budaya dari masing-masing pribadi kita diperketat.
Tanpa keinginan bersama untuk melakukan perbaikan serta tanpa dukungan rasa tanggung jawab moral kita bersama, dapat kita bayangkan bagaimana wajah Indonesia ini pada masa yang akan datang. Dan tiap-tiap kita memiliki perannya masing-masing guna memberikan warna pada kehidupan masyarakat pada waktu nanti.
Jakarta, 07 Juli ‘06
-dEe-