Rintih terpendam seorang perempuan
Ditikam sengit perkosaan di ruang sempit
berdinding poster dan beberapa serakan botol bir
Terkenang lantai yang pesing
Tempat ronta, isak, dan desah ganas penggagahan
Diakhiri muncratan amis mani
dari ujung kepala belut licin
Membuatnya lupa akan segumpal nyeri dari paha
dan darah yang menyeruak dari selangkangnya
Punggungnya masih lembab dan amis
Bagai sisa hangat senggama
Dia mulai paham, tiap masalah
Tak harus dimengerti semua orang
dan membuat dia ikhlas menjadi gila
dan dipasung sebagai pilihan terakhir
yang AGUNG....
No comments:
Post a Comment